KOPI. Banyak orang yang terinspirasi dengan minuman yang berasal dari ekstrak tanaman bergenus Coffea tersebut, sampai-sampai banyak buku hadir dengan tema kopi dan tayangan televisi yang khusus membahas masalah kopi. Minuman tersebut pun menginspirasi seorang perempuan 23 tahun untuk membuat blog capuccinoletter.com, ia adalah Febri Atikawati Wiseno Putri atau lebih akrab dengan sebutan Ebikdei di dunia maya.
Ebik, mengaku mulai mengenal dan mencintai kopi sejak awal duduk di bangku kuliah. Awalnya ia diajak ngopi oleh temannya yang memang sudah menyukai kopi terlebih dulu. Sejak saat itu, meski awalnya sempat menderita insomnia, tetapi akhirnya kopi berhasil membuatnya jatuh cinta.
“Orang yang terbiasa minum kopi yang pahit, cenderung sensitif dengan rasa manis. Sehingga orang tersebut bisa lebih menghargai kehidupan, karena telah pernah merasakan kondisi paling pahit.” Ebik, 23, Pencinta Kopi.
Dengan blog yang bertajuk Ada Cerita Dalam Secangkir Kopi itu, Ebik bercerita banyak hal mengenai pengalamannya dalam menikmati kopi di suatu daerah, dan segala pernak-pernik mengenai kopi, baik itu resep meracik kopi sampai tempat ngopi yang asyik untuk dicoba. Semuanya itu ia rangkum dalam tulisan pada blog yang sudah dikelola sekitar dua tahun.
Lantas, mengapa harus cappuccinoletter bukan coffeeletter? Ebik punya alasannya. Menurutnya, cappuccino adalah jenis minuman kopi yang paling fleksibel dan dapat dinikmati oleh semua kalangan. Berbeda dengan kopi hitam yang hanya dapat dinikmati oleh kalangan terbatas. “Supaya blogku dapat dinikmati oleh siapa saja, seperti cappuccino,” jelasnya.
Perempuan yang bercita-cita untuk memiliki sebuah warung kopi sederhana itu, saat ini masih sering berkelana ke berbagai tempat untuk mencicipi kopi khas daerah tersebut, dan selanjutnya ia racik dan sajikan kepada pembaca setia blognya. Bagi yang ingin berkenalan atau share cerita tentang pengalaman bersama kopi, bisa cek facebook dan akun twitternya Ebik.







Kementrian Luar Negeri Republik Indonesia melirik blogger sebagai mitra, terutama dalam konteks penyebarluasan capaian-capaian proses diplomasi antarnegara/bangsa. Malah, sempat terlontar gagasan dari seorang pejabat Kemlu, ingin mengadakan tukar-menukar blogger antarnegara, seperti live in program kosepnya.