Arsip artikel oleh mursid

sate-buntel-tambaksegaran-5

Tambaksegaran dan Kenikmatan Kulinernya


Warning: strpos() expects parameter 3 to be long, string given in /home/bengaslo/public_html/wp-content/themes/bengawan/functions.php on line 71
Kampung Tambaksegaran — Terletak di sebelah barat kampung Widuran dan sebelah timur Pasa Legi. Diceritakan bahwa dahulu ketika Sungai Pepe belum dibuatkan susukan sering menyebabkan banjir. Agar tidak menggenangi istana Kraton Kasunanan Surakarta, maka dibuatlah bendungan (ditambak) dan daerah ini sekarang disebut Tambaksegaran. Tempat di mana bekas tembok tambak ini berdiri sampai sekarang masih ada, tetapi sudah sudah rata dengan tanah sebab sudah digunakan untuk perkampungan penduduk. Setelah dibangun susuk terhadap Sungai Pepe, tambak itu kemudian tidak berfungsi lagi. Sate Buntel Tambaksegaran Yang paling terkenal dari wilayah kampung Tambaksegaran ini adalah kulinernya yaitu Sate Tambaksegaran. Kuliner sate yang berada di  Jalan Sutan Syahrir 149 Solo ini, menawarkan berbagai menu kambing yang katanya Pak Bondan Winarno dulu pernah mampir memang maknyuuuss banget. Menu andalan untuk sate kambing di Solo selalu ada yang namanya Sate Buntel, sate khas Solo yang dibuat dari daging yang dibalut lemak kemudian dibakar dengan bumbu sate yang sedap. Selain Sate Buntel, disediakan juga menu Gule Sum sum, Tongseng, dll. Jadi kalau sedang di Solo, silahkan mencoba untuk jalan-jalan di Tambaksegaran
[foto kopdar piknik 3]

Kopdar Piknik di Balekambang


Warning: strpos() expects parameter 3 to be long, string given in /home/bengaslo/public_html/wp-content/themes/bengawan/functions.php on line 71
Akhirnya Bengawaners kembali mengadakan kopdar bareng dengan istilah “Kopdar Piknik”.  Kopdar yang diadakan pada hari Minggu, 27 November 2011 berlokasi di Taman Balekambang, Solo berlangsung sejak pukul 10.00 sampai dengan pukul 13.00. Konsep kopdarnya sangat santai kayak di pantai meskipun sebenarnya itu di taman. Setiap yang hadir di kopdar ini, minimal bawa makanan ringan buat dimakan bareng-bareng sambil nggelar klasa kongkow, ngemil, nggosip, capcus dan sebangsanya. Makanan dan minuman di kopdar ini sangat melimpah, berbeda dari kopdar-kopdar sebelumnya. Paling tidak ini sebagai ajang kangen setelah sekian lama dari kopdar dolanwalking seperti yang dulu pernah diadakan. Rata-rata bengawaners belakangan ini kebanyakan kopdarnya ngopi-ngopi, wedangan, dan nongkrongin basecamp-nya bengawan sendiri. Adapun yang hadir dalam kopdar piknik ini adalah Aneg Anindita, Pipitpito, Mashendri, Sindu, Triunt, Andhika, Yosbeda, Aris Sunawar, Mursid, Nenden, Iyem, Ladyelen beserta suami, Ansyor, Andreanisme dan makanan yang tidak dapat disebutkan satu per satu. Oiyo, pulang dari Taman Balekambang, dilanjutkan makan siang di Es kobar depan Lapangan Kota Barat. Pokokmen asyik wes. Semoga bulan depan bisa kopdar lagi yes!
kraton surakarta

Penamaan Surakarta dan Perpindahan Kraton Kasunanan


Warning: strpos() expects parameter 3 to be long, string given in /home/bengaslo/public_html/wp-content/themes/bengawan/functions.php on line 71
kraton kasunanan surakarta Penamaan Surakarta dapat ditelusuri dari proses perpindahan keraton dari Kartosuro ke Sala. Ketika Sala sudah selesai dibangun, maka prosesi perpindahan keraton dilaksanakan pada tahun 1745 yang berangkat dari alun-alun kartosuro pada pukul tujuh pagi. Sesampai di Pasar Jongke istirahat sebentar dengan mendengarkan musik Jawa (klenengan) yang sudah disiapkan. Sekitar pukul dua siang kembali meneruskan perjalanan dan tiba di Desa Sala pada pukul lima sore. Perjalanan dan upacara perpindahan tersebut memang sangat lambat karena diikuti oleh para wanita dan anak-anak beserta barang bawaannya masing-masing. Sesampai di Desa Sala, mereka menghadap di pasewakan Sasana Pagelaran (sumewa), sedangkan barisan keputren terus ke bangunan Prabasuyasa. Sore itu Raja belum mengadakan pertemuan upacara perpindahan. Baru esok paginya, Raja mengadakan Pasewakan Agung di Sasana Sumewa lengkap dengan para abdi dalem dan prajurit Belanda. Untuk pengaturan tempat tinggal abdi dalem, Raja memerintahkan kepada Patih Jawi dan Lebet untuk mengaturnya, sedang untuk prajurit kompeni diserahkan kepada Mayor Hogendrop. Selanjutnya pada pasewakan esok harinya Raja bersabda sebagai berikut: Heh kawulaningsun. kabeh padha ana piyarsakna pangandikaningsun, ingsun karsa ing mengko wiwit dina iki, desa ing Sala ingsun pundhut jenenge, ingsun tetepake dadi negaraningsun, ingsun paringi jeneng Negara Surakarta Hadiningrat. Sira padha angestokna sakawulaningsun satlatah ing nusa Jawa kabeh. (Pawarti Surakarta, 1939:26) yang artinya : Wahai rakyatku, dengarkanlah sabdaku ini, Mulai hari ini desa Sala saya ambil namanya dan saya tetapkan menjadi negara saya dan saya beri nama Negara Surakarta Hadiningrat. Patuhi dan laksanakan wahai seluruh rakyat se-pulau Jawa. abdi dalem kraton surakarta Pemberian nama Surakarta Hadiningrat mengikuti naluri leluhur, bahwa Kerajaan Mataram yang berpusat di Karta, kemudian ke Pleret, lalu pindah ke Wanakarta, yang kemudian diubah namanya menjadi Kartasura. Surakarta Hadiningrat berarti harapan akan terciptanya negara yang tata tentrem karta raharja (teratur tertib aman dan damai), serta harus disertai dengan tekad dan keberanian menghadapi segala rintangan yang menghadang (sura) untuk mewujudkan kehidupan dunia yang indah (Hadiningrat). Dengan demikian, kata “Karta” dimunculkan kembali sebagai wujud permohonan berkah dari para leluhur pendahulu dan pendirian kerajaan Mataram. Kemudian prosesi selanjutnya yaitu doa syukur serta diadakan upacara penanaman Pohon Beringin Kurung Sakembaran di alun-alun utara yang dipimpin oleh Patih Pringgalaya dan Patih Danureja. Kedua pohon beringin itu kemudian diberi nama Jayandaru dan Dewandaru yang berarti kejayaan dan keluhuran. Sedangkan pohon beringin di alun-alun kidul ditanam oleh Bupati Mancanagara.   ——— sumber :  Toponim Surakarta-Keragaman Budaya dalam Penamaan Ruang Kota, Dirjen Sejarah dan Purbakala tahun 2010. gambar: Foto jepretan Dony Alfan yang diunggah di flickr
Pasar Klewer yang terletak di Kelurahan Gajahan

Gajahan, Tempat Kandang Gajah Milik Raja


Warning: strpos() expects parameter 3 to be long, string given in /home/bengaslo/public_html/wp-content/themes/bengawan/functions.php on line 71
Kampung Gajahan terletak di sebelah barat Kompleks Kraton. Dahulu, Gajahan merupakan kandang Gajah milik Raja. Berdekatan dengan kampung Sraten, yang mana adalah tempat tinggal abdi dalem pengurus Gajah Raja. Di kampung Gajahan terdapat Dalem Hadiwijayan dan Jayakusuman. peta posisi kelurahan Gajahan Dalem Hadiwijayan adalah sebuah rumah yang ditempati oleh GPH Hadiwijaya, adik Sunan Paku Buwono II yang kemudian juga dikenal dengan sebutan BPH Hadiwijaya Seda Kaliabu, sebab beliau mati dalam pertempuran di Desa Kaliabu yang kini masuk dalam wilayah Magelang. Selanjutnya rumah tersebut ditempati oleh nama yang sama,yaitu GPH Hadiwijaya, adik dari Sunan Paku Buwono X. Dalem Hadiwijayan beberapa waktu pernah dipakai sebagai kampus Universitas Saraswati. Dalem Jayakusuman terletak di kampung Gajahan dan merupakan tempat tinggal GPH Jayakusuma, putra Sunan Paku Buwono X. Dibangun tahun 1849, Dalem Jayakusuman semula digunakan sebagai rumah tempat tinggal GPH Kusumabrata, kemudian ditempati oleh GPH Jayadiningrat dan akhirnya digunakan oleh GPH Jayakusuma. Menurut masyarakat sekitar, Dalem Jayakusuman dianggap sangat keramat. Sekarang ditempati oleh Hendra Cakadipa. Pasar Klewer yang terletak di Kelurahan Gajahan Salah satu lokasi yang sangat terkenal di kelurahan Gajahan adalah Pasar Klewer. Sebuah pasar yang menjadi salah satu pasar tradisional yang cukup besar dan memiliki jaringan luas di berbagai tempat di Indonesia.   —— sumber gambar: http://www.kaskus.us/showthread.php?p=219191110 http://wikimapia.org  
dony alfan sutanto

Dony Alfan Sutanto, Blogger Pengelana Asmara


Warning: strpos() expects parameter 3 to be long, string given in /home/bengaslo/public_html/wp-content/themes/bengawan/functions.php on line 71
dony alfan sutanto Konten anyar bertemakan profil bengawaners ini adalah fitur konten terbaru. Sebagai giliran perdana, akan dibahas profil blogger yang sudah lumayan terkenal di dunia blogger yaitu Dony Alfan. Pria tambun dan sederhana ini bernama lengkap Dony Alfan Sutanto. Pemilik blog putradaerah.wordpress.com dan photoblog.web.id. Bukan tanpa pertimbangan ketika penulis memilih Dony alfan sebagai bahan profil untuk pertama kalinya ini. Karena sudah bukan rahasia lagi bahwa Dony adalah pencetus nama Bengawan ini. Sekilas flashback sejarah berdirinya Komunitas Blogger Bengawan, dulu awalnya bernama Blogos (Blogger Solo) dan kemudian kopdar di wedangan Monumen Pers 12 Desember 2008, disepakati bersama untuk mengganti nama menjadi Bengawan. bukan dony kalo nggak narsis Dony alfan yang akhirnya lulus kuliah (karena hampir menjadi mahasiswa abadi), kini berprofesi sebagai fotografer. Selain memotret tentang human interest, street photography, dia juga jago dalam memotret makanan. Selain jadi tukang motret, Dony Alfan juga mempunyai pekerjaan sampingan yang sangat menantang, yaitu Mencari Jodoh. Dengar-dengar dari kasak kusuk investigasi, kriteria Dony itu cewek oriental. Tapi entah itu masih dipegang teguh tidak ya, karena akhir-akhir ini kayaknya Dony lebih fleksibel kepada kaum hawa yang melintas di teras kehidupannya. Yassalaaam.. Prestasi Dony Alfan ngeblog? Jelas ada! Dony alfan dengan almarhum blognya yang beralamat di Dolankesolo.info pernah dinobatkan menjadi Blog Terbaik Perjalanan dan Wisata dalam ajang Pesta Blogger 2009.
selat bestik kuah segar

Menikmati Makan Siang di Selat Mbak Lies


Warning: strpos() expects parameter 3 to be long, string given in /home/bengaslo/public_html/wp-content/themes/bengawan/functions.php on line 71
selat bestik kuah segar Selat Solo memang sudah terkenal icon khas kuliner dari kota Bengawan ini. Penjualnya pun sudah banyak, salah satu yang terkenal adalah Warung Selat Mbak Lis. Warung selat yang satu ini tempatnya masuk gang kecil yang cuman bisa dilewati 1 mobil. Namun, tak mengurangi para penikmat kuliner untuk memburunya. Sekilas buat yang baru pertama kali menyambanginya, pasti akan terkesan dengan penampilan warung selat ini. Dihiasi dengan desain interior yang nyentrik semakin terlihat unik. Desain interior dari warung Selat Mbak Lies memang unik, namun menurutku kurang tertata karena memang selain buat penampilan,  juga buat memajang barang dagangan berupa hiasan keramik. Tapi tetep aja wah.. Pengen duduk lesehan ada, pengen di kursi juga bisa. Pelayannya yang menggunakan pakaian khas Jawa, yang cowok memakai blangkon dan yang cewek memakai jarik lrik bersanggul mini, bila berbicara dengan tamu menggunakan Basa Jawa Krama, semakin mengesankan nuansa yang njawani. Menu yang aku pesan di sini adalah Selat Galantin Kuah Segar dan Es Teller. Selat Solo dengan komposisi Galantin, Wortel,Mayonaise, Kuah yang gurih, Telur, kentang, Selada saus merah,dll. Masih banyak lagi menu selat di sini, misalnya Selat rolade, selat bestik,dan Selat Galantin Kuah Saus. Bagi penyuka gado-gado juga tak kalah mantap rasanya. Saran saya, kalo pengen berkunjung ke Warung Selat Mbak Lies jangan pas waktu makan siang, bakalan penuh sesak dengan pengunjung. Mendingan pas hampir menjelang sore waktu Ashar akan lebih nyaman. Selat Mbak Lies yang beralamat di Jl. Yudistira Gang II No.42 Serengan Solo Buka pukul 09-00-17.00 WIB. crossposting dari blog mursid.web.id
LOGO OBENG MASTER

Obrolan Bengawan #2 – Solo Tempoe Doeloe


Warning: strpos() expects parameter 3 to be long, string given in /home/bengaslo/public_html/wp-content/themes/bengawan/functions.php on line 71
Obrolan Bengawan atau yang lebih lazim disebut Obeng, Jumat (29/7) kemarin telah diselenggarakan untuk yang kedua kalinya oleh komunitas blogger Bengawan. Obeng #2 ini mengusung tema “Solo Tempoe Doeloe” dengan pemateri oleh sejarawan Soedharmono SU dan dihadiri pula teman-teman dari Komunitas Sepeda Onthel Lawas Solo, LPM Pabelan, dan beberapa teman dari UNS Social Network.

Gerakan Mengumpulkan Buku “Solosinau” Chapter Jakarta-Bandung


Warning: strpos() expects parameter 3 to be long, string given in /home/bengaslo/public_html/wp-content/themes/bengawan/functions.php on line 71
Solo Sinau Chapter Jakarta|Bandung merupakan rangkaian program social yang digalang oleh komunitas Blogger Bengawan regional Jakarta Bandung sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama. Gerakan ini bertujuan untuk menumbuhkan minat baca dengan cara memberikan lebih banyak alternative bacaan sesuai dengan umurnya.

Fotokita Sharing Moment “Hidup di Pinggang Merapi “


Warning: strpos() expects parameter 3 to be long, string given in /home/bengaslo/public_html/wp-content/themes/bengawan/functions.php on line 71
Ketika kita berbicara mengenai populasi, yang terbayang adalah jumlah penduduk yang terus bertambah. Faktanya tidak selalu seperti itu. Menurut laporan Kompas pada tahun 2010 lalu, jumlah penduduk Yogyakarta pada tahun 2010 turun 2,7% dibandingkan tahun 2000. Penurunan ini bukan saja terjadi dalam rentang waktu itu. Sejak tahun 1990, tren populasi penduduk Yogyakarta selalu menurun, meskipun Yogyakarta tetap termasuk kota yang padat—11.941 jiwa per kilometer persegi. Salah satu penyebab turunnya populasi penduduk Yogyakarta adalah bencana: gempa pada tahun 2006 dan erupsi Merapi tahun lalu. Demikian menurut Biro Pusat Statistik Kota Yogyakarta. Bencana juga menimbulkan dampak perpindahan penduduk. Beberapa desa terdampak erupsi Merapi tidak lagi dapat ditempati sehingga penduduknya harus mengungsi.
pipitpito

Green Tea Latte with Bengawan


Warning: strpos() expects parameter 3 to be long, string given in /home/bengaslo/public_html/wp-content/themes/bengawan/functions.php on line 71
Kopdar lagiii..ah tiada hari tanpa kopdar! Bengawan yang makin hot, makin kompak, makin cair, makin dekat di hati dan kita semua sudah layaknya saudara. Jadi, ayo kopdar? berangkat.. Besok kopdar ya? Berangkat! Aku ngidam ke Bee’s? Berangkat! *eh.

Mangga Pinarak

Bengawan adalah komunitas blogger Surakarta dan sekitarnya. Jika Anda adalah blogger yang tinggal atau pernah tinggal di Surakarta, mempunyai keterikatan dan ketertarikan tentang Surakarta, mari bergabung, bersama-sama memperkuat kebersamaan, persaudaraan, dan semangat saling berbagi.