Kopdar di pinggiran Jl. Slamet Riyadi, Jumat (13/2) malam sungguh membuat jantung berdebar, takut kekurangan tikar. Dari biasanya yang cuma itu-itu saja, pertemuan semalam benar-benar bisa disebut akbar: 40-an teman yang datang. Sebagian tergolong pada wajah-wajah meski sudah aktif di mailing list.

Kopdar akbar Bengawan, Jumat (13/2) malam
Banyak yang dibahas, meski mengulang rencana yang sudah-sudah, termasuk launching Bengawan, sepekan lagi. Banyak yang mengkritik karena lokasinya terlalu bising sehingga tak semua teman mendengar suara Kurnia dengan jelas. Tak apa. Semua bisa maklum, sebab di lokasi kopdar-kopdar sebelumnya, dikuatirkan tak sanggup menampung rekan-rekan yang sudah kersa rawuh semalam.
Ungkapan keceriaan telah dilontarkan Kang Iqbal, yang kebetulan beberapa kali absen kopdar karena kesibukan pekerjaannya. Mas Atmo juga gembira pada kedatangan kali keduanya. Malah, ia sempat berbagi peta kota Solo yang file-nya segede 31 MB. Banyak flashdisk gantian menancap di notebook-nya. Pokoknya, proses Ctrl+C dan Ctrl+V diulang berkali-kali.
Sementara Bias, calon komandan yang didaulat teman-teman mengantikan Kurnia bila sudah mulai prajabatan di Jakarta kelak, asyik jumpalitan, biyayakan bermain-main dengan kamera digital punya Kak Blontank, sekutunya dalam melawan duo nakal: Ki Panjoel dan Ki Dony. Duo nakal itulah yang mengelola panduan wisata di Solo, situs yang sedang bersaing mencari pengunjung dengan Keliling Surakarta. :p
Yang sedang digagas teman-teman dalam kopdar semalam, justru bagaimana bisa menjamu dan memuaskan para tamu yang sudah mengkonfirmasi kedatangan. Paman Tyo, Mas Iman Brotoseno, Ndoro Wicak dan bala kurawa Ibukota serta teman-teman pasukan Tugu Pahlawan, juga blogger dari kota-kota lain.
Menjamu para tamu, tentu bukanlah soal perut. Sebab mereka semua adalah manusia-manusia unggul dan berdaya. Tapi, bagaimana dengan kebutuhan rohaniah mereka? Itulah yang menjadi beban Bengawan. Semoga, agenda city tour keesokan hari seusai launching, bisa membekas dalam kenangan mereka.
Semoga, kopdar akbar pada Jumat malam itu bisa terus menyuburkan semangat berbagi, saling memperkaya dan bermanfaat bagi seluruh umat di muka bumi.
Sebagai penutup posting ini, siapapun yang bakal hadir dalam launching Bengawan, 21 Pebruari mendatang, harap bersiap-siap membawa kado untuk kami: Bengawan. Kadonya bebas, boleh buku baru atau buku bekas. Satu boleh, segudang juga tak dilarang. Sebab buku-buku yang kami kumpulkan, akan kami salurkan bagi pembentukan perpustakaan kampung di Kampung Sewu, Jebres.
Ke depan, Bengawan berharap bisa menyalurkan buku-buku ke tempat-tempat lain yang membutuhkan. Dengan dukungan saudara-saudara, tentu…..