OBeng : Menggalakkan Konten Digital Indonesia

Sabtu (10/12), RBI (Rumah Blogger Indonesia) – basecamp Komunitas Blogger Bengawan terlihat ramai, malam itu Bengawan menyelenggarakan hajatan OBeng edisi Spesial. Ya, Spesial menyambut hari lahirnya Komunitas Bengawn. Tema OBeng (Obrolan Bengawan) kali ini adalah menggalakkan konten digital Indonesia. Hadir sebagai narasumber Mas Sony Set (Developer dan founder Jangan Bugil di Depan Kamera serta penulis buku trilogi Srimulat) dan Mas Andi (Kepala bagian Multimedia Lokananta). Alunan musik keroncong dan warung wedangan khas Solo (HIK) menambah meriahnya acara malam itu. Acara ngobrol santai dan seru kali ini ditutup dengan pertunjukan “seperti” Wayang Kulit. Pokoknya asyik, seru dan penuh canda tawa.

Hujan di sore hari membuat sedikit was-was kami, takut kalau acara malam nanti yang sudah kami setting sedemikian rupa mengecewakan. Untungnya, petang menjelang malam hujan pun mereda. Mas Hassan mulai sibuk menyeting piranti live streaming sedang Mas Hendri mulai sibuk menjemput satu per satu teman dari luar kota yang ingin ikut meramaikan acara ini. Alhasil, belum juga acara dimulai sudah hadir Mas Ardi (@sam_ardi) dari Malang, Mas Bagus (@bulubagus) dari Jogja, Sharon (Blogger Maluku yang kebetulan kuliah di Salatiga) dan Uje dari Semarang. Teh khas Pak Blontank a.k.a Blontea menemani ngobrol ngalor ngidul.

Pukul 20.00 WIB (meleset jauh dari agenda yang seharusnya mulai jam 19) OBeng dimulai. Hadir juga malam itu rombongan dari Blogger Nusantara, Komunitas Blogger Jogja (KBJ), Kaskus Solo, Teman-teman Talenta dan masih banyak yang lainnya. Acara dibuka oleh Pak Blontankpoer dilanjutkan langsung sesi sharing dan diskusi bersama Mas Sony Set dan Mas Andi.

Mas Sony Set memaparkan mengenai temuan aplikasi Android Wayang kulit Jawa, tetapi dengan musik latar khas Pasundan. Aplikasi itu dibuat developer asing dan sukses menjadi TOP Aplikasi. Rasanya miris sekali. Belum lagi ditemukan aplikasi lagu kebangsaan Indonesia Raya dibuat oleh developer dari India. “Ternyata sudah banyak konten Indonesia kita “diperkosa” di ranah dunia aplikasi,” kata Mas Sony. Di sisi lain, mas Andi dari Lokananta menuturkan bahwa di Lokananta, konten asli tradisional sudah tersusun rapi. Digitalisasi sudah selesai, artinya segala bentuk konten yang sebelumnya hanya bisa dinikmati melalui piringan hitam sekarang sudah tersimpan dalam bentuk digital (CD dan sejenisnya). Para narasumber diakhir paparannya berharap kepada kita semua untuk membantu menyebarkan konten lokal menuju konten digital yang mendunia serta mari menjadi insan negeri yang kreatif dan mandiri.

Tak terasa waktu menunjukkan pukul 11 malam, sebelum acara ditutup, mas Daniel dan temen-temen dari XL Axiata sempat menjelaskan tentang kepedulian XL terhadap konten digital Indonesia. Hal ini dapat dilihat di http://xl.co.id/VASKonten/KontenSeru dan  http://xl.co.id/VASKonten/RBTMusic. Akhirnya OBeng ditutup dengan pertunjukan “seperti” wayang kulit. Iya, memang seperti wayang kulit, tetapi dengan iringan musik keroncong dan cerita yang ngalor ngidul samar-samar. Pokoknya acaranya seru, lucu dan bikin peserta malam itu betah menyaksikan sampai larut tengah malam.

Terima kasih Mbak Mubarika atas reportnya. Ijin kopas yaa… :)

 

6 komentar

  1. MdarulM says:

    Woo..ini ta yang dibicarakan pak gempur dan mas EW kemarin…wah seru sekali sepertinya acara ini…memang keren dah blogger solo.

    Sangat merindukan tontonan wayang kontemporer dulu itu..keren bangeet ..eh teh pak blontank juga siip..pahit-pahit gimana tapi asyiik :)

  2. budies says:

    kegiaatan kreatif tentu dihasilkan oleh orang-orang kreatif juga

  3. ranggapopfm says:

    eh,,,, ada fotoku disana hihihii…

  4. irham says:

    wahh bagus nihh acarnya.Pertama saya ucapkan selamat ulang tahun bagi OBeng semoga maju terus dan makin berkembang.Ayo majukan konten digital Indonesia

  5. Obrolan Bengawan…..Wah menarik juga ya. Aku simpati dengan OBeng, dan kalian semua Blogger Surakarta Hadiningrat. Kegiatan yang positif dan sangat bermanfaat. Bolehkah aku gabung? Aku tinggal di Semarang loh. Namun sering juga ke Surakarta….Selamat dan sukses selalu untuk Anda semua.

    Salam kompak:
    Obyektif Cyber Magazine
    (obyektif.com)

  6. Banner wayangnya bagus.. ^^

    Heheh

beri komentar

Mangga Pinarak

Bengawan adalah komunitas blogger Surakarta dan sekitarnya. Jika Anda adalah blogger yang tinggal atau pernah tinggal di Surakarta, mempunyai keterikatan dan ketertarikan tentang Surakarta, mari bergabung, bersama-sama memperkuat kebersamaan, persaudaraan, dan semangat saling berbagi.