Chiko Jovian Alva Rizqi, bocah berusia dua tahun menderita kelainan jantung sejak usia tiga bulan. Menurut laporan harian Joglosemar edisi 23 April, hampir setiap hari si bayi mengalami lemas dengan nafas terengah-engah, lalu bibir hingga jemarinya membiru. Sang nenek hanya bisa memberinya minum hingga kembali normal.
Ayah si anak bekerja sebagai tukang kayu dan ibunya buruh pabrik tekstil. Mereka tinggal di Desa Bogor, Kecamatan Cawas, Klaten. Kemiskinan membuat keluarga pasangan Iwan Saputra-Diana Anggraini akhirnya menyerah. RS dr. Moewardi, Solo sudah pasrah, sementara RS Sardjito Yogyakarta menyarankan agar orang tua si bocah mengurus Jaminan Kesehatan Masyarakat untuk memperoleh keringana biaya.
Menurut keterangan keluarga, biaya sekali operasi mencapai Rp 50 juta. Tak dijelaskan, si bocah harus menjalani berapa kali menjalani operasi untuk kesembuhannya.
Komunitas Blogger Bengawan akan mencoba lakukan verifikasi. Untuk teman-teman dan saudara yang ingin menyalurkan bantuan, untuk sementara, bisa melalui Bengawan, hingga kami memperoleh kontak person keluarga. Untuk teknis penyaluran bantuan, silakan menghubungi kami di admin@bengawan.org.
Info selengkapnya, silakan baca Balita Penderita Jantung Bocor dari Klaten.



1 komentar