
Pada tanggal 20 februari ini, Bengawan regional Jakarta dan Bandung mengadakan kopdar lagi. Kali ini kopdar dilaksanakan di Bandung tepatnya di Ciwidey. Sebenarnya enak lho kopdar di Jakarta Bandung itu. Isinya jalan-jalan, foto-foto, tak ada yang berat untuk dipikirkan. Hehe.. *biar ngiri yang di solo*. Hari itu kami berangkat jam 10an pagi dari Kampus ITB. Personil yang berangkat ke ciwidey adalah Mas Dhamar, Mas Dhamar 2 (Arso), Mas Dhamar 3 (Dyah), Ardiansyah, Ratih, Handoko, somphil (Rifki), jatra, Mas Gun, Arief, yuliana, Zul, dan Bambang.

Bermodal mobil sewaan, kami nurut aja ama sopirnya karena dia orang bandung jadi lebih tau jalan yang cepat dan nggak macet kalau dari bandung ke ciwidey. Ternyata lewatnya toll. Kami menyusuri jalan yang disamping kanan kirinya masih banyak sawah-sawah. Kita pun lewat stadion jalak harupat dimana biasanya persib main.
Kami sampai disana sekitar pukul 12. Sesampai disana, kami pun sempat shock karena harga tiket masuk kawah putih naik gila2an. Mobil masuk aja bayarnya 150ribu. Waktu itu juga hujan mulai turun jadi kami mengurungkan diri untuk masuk ke kawah putih. Kita menuju ke situ patengang dulu. Perjalanan dari kawah putih menuju situ patenggang terhampar kebun teh yang sangat luas. Teh tersebut pada akhirnya diberi label Walini. Tak lama menyusuri jalanan yang diapit kebun teh, kami sampai ke situ patenggang.
Situ patenggang adalah sebuah danau yang terkenal dengan batu cinta nya. Walopun itu hanya mitos dari masyarakat sekitar, cerita tersebut menjadi perhatian bagi para wisatawan termasuk kami. Karena penasaran dengan bentuk batu cinta, kami memutuskan untuk menuju kesana. Batu cinta bisa dijangkau dengan menaiki kapal. Tentu bayar, ga ada yang gratis disini bung.

Setelah kapal mengarungi bahtera air yang tidak terlalu jauh, sampailah kami di batu cinta. Ternyata batu cinta hanyalah batu biasa yang berada di pinggir danau. Disitu banyak tulisan siapa love siapa. Katanya kalau nulis di batu cinta, maka cintanya bisa awet. Wow.. itu hanya mitos kawan. Disana kami mulai dengan foto-foto. Udah nggak karuan warga bengawan. Narsis puol.. Foto dengan beberapa gaya tiba-tiba ada orang yang nyamperin. Katanya minta diwawancara.
Pucuk dicinta ulam tiba, ketika di batu cinta waktu kenalan pun tiba. Tiba-tiba ada yang ingin wawancara dengan beberapa member bengawan. Katanya karena kami berasal dari solo, dengan gaya bicara yang medhok maka kami menjadi sasaran empuk untuk bahan wawancara. Mas dhamar dan mas arso lah yang menjadi artis. Diwawancarai ama mbak-mbak yang saya ga tau namanya, tapi mas dhamar ada FBnya. Mereka berdua bungah sekali setelah diwawancara. Jadi pertanyaannya, apakah batu cinta itu cuma sekedar mitos? Atau memang benar?

Setelah wawancara, kami melanjutkan foto-foto lagi di kebun teh. Pemandangannya bagus sekali ketika dilihat dari sekitar kebun teh. Bahkan kami malah foto satu persatu dengan background yang sama. Capek foto-foto, kami pulang ke tempat semula lagi dengan kapal. Sebenarnya kapal itu didayung sendiri. Karena nahkodanya masih amatiran, maka kapalnya jadi ga ada arah. Ga sampe-sampe menuju ke tepi. Penumpang sudah pada panik karena kapal mbulet2 kaya mau mbalik. Hehe..
Sesampai di tepi, kami makan dan kembali lagi ke kawah putih. Cuaca sangat bersahabat dengan kami. Ketika selesai jalan-jalan di situ patenggang, tiba-tiba hujan, dan ketika menuju kawah putih, hujannya sudah selesai. Akhirnya kami masuk ke kawah putih lewat suatu calo biar bayarnya lebih murah. Jadi satu mobil 150ribu. Kalau standar mobil 150ribu + perorang 12ribu kalo ga salah.


Di kawah putih, cuaca cerah tapi suhu udara sepertinya rendah sekali. Kami semua menggigil kecuali mas dhamar yang memiliki lemak tebal sekali. Disana dimulailah acara foto-foto lagi. Kawah putih adalah kawah belerang yang warnanya hijau rada kebiruan. Bau belerang menyengat di hidung. Bahkan sebelum sampai di daerah kawahnya. Objek wisata ini sebenarnya hanya sebuah kawah. Tak ada yang lain. Di kawah putih kami tidak lama karena hari sudah mulai gelap. Pukul 6 sore kami menuju ke bandung.

Jalanan macet menuju bandung. Ternyata persib lagi main di jalak harupat. Mobil cuma bisa melaju dengan pelan. Kami sampai bandung sekitar pukul 8.30 malam. Kami malah belum bertemu dengan batagor karena sudah terlalu malam dan mereka sudah pulang kerumah masing-masing. Ya sudah akhirnya kami menuju ke dago mencari oleh-oleh. Kami berpisah dengan bengawan jakarta di kartika sari setelah beli oleh-oleh. Yang bandung menuju ITB, yang jakarta masih pengen beli kaos ke distro.
Akhirnya kopdar bengawan berjalan dengan sukses tanpa halangan satu apapun. Kopdar ini terbuka bagi siapa saja tanpa terkecuali. Yang penting happy dan tanpa gengsi. Kita tunggu kopdar berikutnya…



Mari budayakan premium saja. BUkan pertamax..
Ngapunten kalo postingnya rada kacau. Wis esuk je.. hehe…
ditulis dewe, dikomen dewe…..
sasi ngarep nandi kang?
nang kosmu wae mbang….
maen PES bareng….
mantabs
kopdare nganggo diliput barang ..hehe
gelo tenan aku ra melok wingi (hiks)
mari kita jalan-jalan lagi…
hidup keluyuran…
lha bencana ciwidey karo kawah iki cerak ora?
wah kapan ya bisa maen kesana…. (pengen plesiran mode ON)
kita datang ke ciwidey..berselang beberapa hari ciwidey bencana.. ckckckkck..
gara2 opo ki..hehee..
bulan depan di waterboom lippo cikarang *lirik mas damar*
wah menarik.. jadi pengen ikutan juga kopdar dengan bengawan dari jakarta dan sekitarnya.. hehehe
sadis…keren2…
asem! marai pengen thok :p
salam,
ael
bandung emang mantap. rindu aku dengan bandung…apalagi ciwidey…huft…pingin spiritual work camp lagi disana…
Walah pemandangane apik bener ya?Sukses deh bengawan
wahhh.. seumur-umur aku belom pernah ke ciwideuy.. :’(
sip3… walopun belum bisa ikutan..
dirikuw jg pernh kesana tuh..kereeeeen banget deh..yg pastinya dingin bangeeet…=D
MAU TANYA DONK.. SEKRETARIAT/TEMPAT NGUMPULNYA BLOGGER REGIONAL JAKARTA DIMANA YAAA? UDAH LAMA NINGGALIN KAMPUNG HALAMAN, PENGEN KETEMU YANG SAMA2 NGARUNGI HIDUP DI IBUKOTA…