Pemerintah Kota Surakarta menghadirkan kembali Pasar Yaik, setelah hampir 30 tahun tiada. Rencananya, pasar khusus souvenir/cinderamata dan aneka jajanan kering itu akan diresmikan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, pada 16 Pebruari malam.

Souvenir berupa aneka jenis topeng. Ada yang bisa dipergunakan sebagai gantungan kunci, hiasan meja atau tembok
Pasar uji coba sudah dilakukan mulai Selasa (10/2) malam. Delapan tenda masing-masing berisi empat ‘lapak’ sudah dicoba pakai. Tak terlalu ramai, memang. Maklum, masih versi beta. Tapi pada saat peresmian nanti, sedikitnya bakal terdapat 80 tenda yang menampung 320 pedagang aneka buah tangan. Soal materi yang dijajakan, jangan kuatir. Produk-produk yang dijajakan didominasi oleh barang-barang yang berbau Solo dan sekitarnya.
Tenda-tenda besar tersebut nantinya akan didirikan menjelang petang hari dan digulung kembali menjelang pagi. Namanya saja night market, jadi ya memang pasarnya hanya ada pada malam hari. Jadi, kalau sejak Selasa petang Anda tak bisa berbelok menuju Pura Mangkunegaran dari arah Pasar Pon, ya harap maklum saja. Di sepanjang Jl. Diponegoro itu memang dikhususkan bagi para pejalan kaki.
Bagi Anda yang sibuk meeting di Solo pada siang hari, kini tak lagi susah mencari buah tangan. Apalagi bila harus segera kembali pulang dengan pesawat atau kereta pagi. Batik, aneka kue, srabi, atau apapun yang diinginkan, semua sudah disediakan. Pilih, bayar dan bawa! Simple.
Sekadar mengingatkan, sebutan Pasar Yaik, konon berasal dari kata-kata yang meluncur dari sang penjual sebagai tanda setuju, deal harga. “Yakk… Ikk..! ” kata si pedagang. Mirip kata yoi yang diucapkan anak-anak muda kini untuk menggantikan kata ‘ya’. Biar gaul? Bisa jadi…..
Pasar Yaik atau night market itu terletak di depan Pasar Triwindu, atau pasar yang khusus menyediakan komoditi berupa barang-barang kuno, juga antik (meski banyak pula yang tiruan alias repro). Pasar Triwindu yang baru selesai direnovasi itu juga bakal diresmikan bersamaan dengan Pasar Yaik.
Nah, kian banyak pilihan belanja cinderamata, bukan?


Tak sabar menunggu yang versi resmi, alias bukan beta lagi. Budhal!
mari kita kunjungi lagi bareng2 pasar yaik itu!
jajanan kering kuwi bentuke koyo opo mas. mbokmenawa nalika mlaku-mlaku neng solo tak mampir njur ngicipi jajane.