Pemerintah Kota Surakarta merayakan ulang tahunnya yang ke-264. Kali ini merupakan yang kedua digelar upacara bendera dengan nuansa serba-Jawa. Kostum inspektur, komandan dan peserta upacara sama: dengan beskap, celana panjang dibalut jarik, ber-blangkon serta keris. Lelaki-perempuan, sama saja kostumnya.
Bahasa pengantar hingga sambutannya, pun berbahasa krama alus. Yang berbahasa nasional cuma pembacaan naskah Pancasila dan UUD 1945. Mungkin, karena naskah yang memang aslinya berbahasa Indonesia itu terlalu keramat dan karena itu belum ada yang berani men-Jawa-kannya.
Dipimpin Pak Walikota Jokowi, upacara berlangsung khidmad. Meski, bagi orang yang tak biasa mendengar Bahasa Jawa akan senyum-senyum mengikuti jalannya upacara demikian.
Satu yang menarik perhatian dari kompleks Balaikota, pagi itu, adalah kehadiran pelukis asal Bandung. Namanya Faisal Rusdi, umurnya 34 tahun. Pria yang cacat tubuh bawaan itu melukis dengan mulut. Maksudnya, kuas berbalur acrylic diselipkan di kedua bibir lalu digerakkan mengikuti naluri estetis yang membawanya pada coretan-coretan yang membentuk citra visual yang indah.
Ditemani istrinya, pagi itu, Faisal hendak menggambar arsitektur gedung balaikota. Lumayan detil, sapuannya cukup halus pada bidang kanvas selebar 50×60 cm. Mungkin karena ketrampilan yang demikian sudah terasah sejak ia mulai melukis pada 1992.
Kata istrinya, Faisal merupakan satu dari sembilan orang Indonesia yang tergabung dalam asosiasi pelukis dengan mulut dan kaki (Association of Mouth and Foot Painting) yang berpusat di Swiss.
Pak Jokowi sempat lama ngobrol dengan Faisal setelah berkeliling menyaksikan sejumlah pelukis Surakarta yang menuangkan gagasannya ke dalam medium senirupa di pinggiran halaman Balaikota. Keceriaan keduanya terpancar.
***
Sekadar info saja, Surakarta merupakan ‘kota baru’ yang didirikan oleh Pakubuwono II pada 17 Pebruari 1745, sebab ibukota yang semula di Kartasura dirasa sudah tak aman. Benteng yang mengelilingi kompleks kerajaan rusak akibat pemberontakan Sunan Kuning dari Semarang. Ke Desa Sala, tak jauh dari pelabuhan Beton di pinggiran sungai Bengawan Solo-lah kerajaan baru dibangun.
Letak Kraton Surakarta kini, tak jauh dari kompleks balaikota. Sedang balaikota kini, semula merupakan pusat pemerintah kolonialis Belanda.
Pak Jokowi, terimalah kado Faisal untuk masyarakat Surakarta. Semoga, Surakarta kian maju. Selamat Ulang Tahun, Surakarta.





Saya turut mengucapkan Selamat ulang Tahun buat Kota Surakarta. Semoga makin maju dan rakyatnya makin sejahtera.
kado yang unik! selamat ulang tahun solo! siap2 launching, Bengawan!
Nah, itu kerisnya miring kiri, pak. Apa bedanya dengan miring kanan? Tanya si budayawan itu aja gimana, hehe
Selamat hari jadi kota Solo!
nggumunake tenan. upacara nganggo busana daerah. pidatone, mc-ne kabeh nganggo bahasa jawa. ning kok hormat-e kaya kompeni ya?
wah2. . .
keren tenan ik. . .
iso ngelukis.. . wes ngunu hasile apik tenan. . .
wah2. . .salut. . .
Вчера подруга скинула на мыло адрес вашего сайта. Но я не придал особого значения, я сегодня зашел и понял что она была права – сайт действительно СУПЕР!