Jalan-jalan ke Laweyan

Laweyan adalah kampung yang berubah. Dulu, Kampung Laweyan termasuk kategori ‘tertutup’. Tak sembarang orang bisa masuk ke kompleks rumah mereka. Mungkin, itu juga bagian dari sejarah panjang masyarakat Laweyan yang sejak prakemerdekaan sudah memiliki sikap lebih jelas terhadap kolonialis Belanda, juga Jepang. Tembok-tembok benteng yang tinggi, kukuh dan terkesan angkuh, bisa jadi hanyalah sebuah ungkapan protes terhadap pemerintah, yakni keluarga Kraton Surakarta. Begitu pula warna emas dan perhiasan yang selalu berbeda dengan yang selalu dipergunakan keluarga bangsawan kraton.

Ya, Laweyan memang mulai tampak berubah. Batik tulis yang sempat mati dilindas mesin-mesin batik printing, kini menggeliat lagi. Banyak orang berkunjung. Ada yang membeli batik tulis untuk sekadar menjadikannya sebagai kenang-kenangan, ada pula yang memborong dengan tujuan berdagang, atau mengkoleksi. Namun, ada pula yang sekadar jalan-jalan, piknik, menyaksikan kepiawaian jari-jari terampil menggoyangkan canthing.

Demi pingin tahu apa, siapa, mengapa dan kenapa Laweyan menjadi seperti sekarang, Komunitas Bengawan akan melakukan safari, jalan-jalan sambil kopdar. Acara terbuka untuk umum, siapa saja dan dari mana saja -asal Anda seorang blogger!

Kita bisa menggali sejarah Laweyan, jejak perjuangan KH Samanhudi dengan gerakan Syarikat (Dagang) Islam-nya dari teman-teman pelaku usaha batik. Juga, kita bisa belajar membatik ke ahlinya secara langsung. Oh, ya, selain di setiap rumah batik ada ‘pertunjukan’ membatik secara live, di sana juga ada tempat khusus bagi orang yang ingin belajar membatik.

Ayo kita ramai-ramai mengupas hingga tuntas, mengapa Laweyan memperoleh penghargaan Upakarti dari Presiden Republik Indonesia, 7 Januari lalu? Siapa yang mewakili masyarakat Laweyan bersalaman dengan SBY?

Kalau Anda berminat, langsung saja datang ke Batik Putra Laweyan yang dikelola oleh Mas Gunawan itu sebagai titik kumpul di lokasi. Kita akan bersama Mas Gunawan dan teman-teman menyusuri Laweyan.

Kalau mau berangkat bareng-bareng, kita bisa kumpul di city walk depan Hotel Ayu Putri, di seberang warnet Solonet, tak jauh dari Rumah Sakit DKT , Jl. Slamet Riyadi, Gendengan, Surakarta pada Selasa, 20 Januari 2009. Tepat pukul 10.00 WIB, kita berangkat bersama ke Laweyan.

24 thoughts on “Jalan-jalan ke Laweyan

  1. Happy Hanantoputrp

    Tulisannya menarik. Tapi mana nih foto-fotonya? Temen-temen Bengawan kan banyak yang jago soal foto….. :)

    Reply
  2. tya

    boleh juga

    eh mas lha nak SAT 5 tmn2 q magang pada ikut ga

    low tambah yg ikut kan enak.. tambah ramee

    mudah mudahan aja q hari itu ga sbk.. halah sok sibuk

    Reply
  3. tukang nggunem

    @ Uli :
    makanya besok ikut aja dulu, ntar diajarin caranya gabung ke komunitas blogger Bengawan..ok? kita tunggu lho…

    @ Tya :
    bisa, nanti disana bisa belajar mbatik juga…

    @ khairurais :
    Ya ini…bukankah cukup jelas informasinya?

    Reply
  4. Pingback: Bengawan.org >> Komunitas Blogger Surakarta dan Sekitarnya | Raiderhost BLog

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>