Temans, aku mau usul, nih. Bagaimana kalau Komunitas Bengawan menghimpun buku-buku, seperti Satu Alumni Satu Buku. Gak usah dibatasi bukunya jenis apa. Nantinya, buku yang terhimpun bisa disumbangkan lagi kepada semua pihak yang membutuhkan. Buku-buku pelajaran juga bermanfaat untuk bahan belajar. Sebagian masyarakat kita, nyatanya juga masih kesulitan membeli buku-buku sekolah.
Andai banyak terkumpul, kita bisa pilah-pilah. Untuk buku bertema anak-anak, bisa bekerja sama dengan Rumah Kenari untuk penyaluran, juga untuk sharing bareng. Siapa tahu, ke depan masyarakat Kampung Sewu ingin bikin rumah baca/perpustakaan kampung. Atau mungkin bagian dari ‘CSR’ Komunitas Bengawan, menginisiasi kemunculan rumah-rumah baca di kawasan slum dan sebagainya.
Btw, jangan salah paham lagi. Wetiga yang sedang dalam persiapan, nantinya juga akan disiapkan sebagai rumah baca, bekerja sama dengan BacaBuku. Tapi untuk rumah baca yang ini, saya mengandalkan sumbangan dari teman-teman di Jakarta dan berbagai kota. Ada dua penerbit yang siap ngirim maisng-masing 50 judul untuk Wetiga-BacaBuku. Seandainya ada buku yang dobel, bisa kami sumbangkan sekalian lewat Komunitas Bengawan.
Kalau tertarik, mari kita ramaikan. Banyak saudara kita yang ‘terbelakang’ bukan lantaran keterbatasan otak, namun lebih karena akses terhadap bahan bacaan yang sulit. Satu Alumni Satu Buku (misalnya, tapi boleh beberapa buku), misalnya, bisa dijadikan alternatif untuk meramaikan gerakan membaca. Untuk alamat pengiriman, silakan teman-teman mengajukan diri.
Ada yang mendukung?
digagas oleh pakdhe blontank poer


ia saia sangat mendukung . . .
trus ngumpulin bukunya dimana???
(maaf baru tau web ini . . . )
hihihihihi . . . .
saya juga mendukung dengan senang hati!!!
oke……
Wih
saya sepakat pak. Lain kali kalo aku ada buku tak terpakai, saya sumbangken
kirim neng endi kang ? pie oleh-oleh endi ?