Datang tak diundang, pulang tak diantar dan dijemput. Itulah ImanBrotoseno dan kawan-kawan, yang klayaban ke Taman Andong, Yogya, lantas membawa kusir-kusir Andong itu ke Solo, Minggu (25/1) malam. Ada Antobilang dan empat kawannya, juga Tika yang tiba-tiba nongol bersama sejumlah kusir lain, saat kami asyik motret sembahyangan imlek di Klenteng Avalokitesvara, Pasar Gede.

ber-Iman tanda ber-Imlek
Kami pun lantas neruske laku, melanjutkan perjalanan dengan wedangan di angkringan Kemin di samping monumen pers. (Di angkringan Kemin itulah, pada Desember silam disepakati pembentukan Bengawan, komunitas blogger se-Surakarta). Di sana, kami ngobrol ngalor-ngidul seenak perut sambil menikmati wedang coklat-jahe-tape (ketan, bukan recorder).
Sedikitnya 22 gelas (10 di antaranya bekas coklat-jahe-tape) berserakan di atas tikar, alas tempat kami duduk-duduk sekitar dua jam itu. Asal tahu saja, Tika yang sebelumnya menganggap wedang tiga unsur itu ‘lucu’, akhirnya mencoba mencicipi wedang yang sudah kuminum. Diam-diam dia lahap ngalap berkah wedang sisaku, sampai akhirnya sebagai Wong Solo, aku harus ‘tahu diri’ pada tamunya. Maka, aku memesan segelas lagi, wedang yang sama…..

TikaBanget, ImanBrotoseno dan....... Minuman yang berserakan!
Malam itu, kami tak kemana-mana. Cuma kembali ke losmen Jayakarta di samping kiri Stasiun Balapan, tempat Iman dan para kusir menginap (dan hampir kehilangan monopod tjap Velbon).
Perjalanan keliling Surakarta dilanjutkan pada Senin siang. Diawali makan siang di warung thengkleng Bu Gondo di belakang Stadion Manahan, kami lalu menengok Taman Balekambang. Sejenak di sana, perjalanan diteruskan dengan foto-fotoan di tepian Bengawan Solo, di Jurug.
Dony yang menyusul kami ke Jurug hanya kebagian sesal. Gelap langit yang membayang cepat berubah menjadi air tumpah. Deras! Semua berlarian mencari tempat teduh milik pedagang kakilima, lantas bergegas masuk mobil dan pergi (meninggalkan Dony)!
Aku mengantar Antobilang dan tiga kusir andong ke Stasiun Balapan. Kusir-kusir lainnya, pulang ke Yogya naik mobil sekalian membajak Iman Brotoseno. Begitulah, mereka datang tak diundang, tapi perginya ada yang diantar dan dijemput.
Ini adalah rombongan tamu kedua Bengawan yang tak sempat menikmati dimuliakan oleh tuan rumah. Sebelumnya, rombongan peziarah Wali Blogger telantar di Balekambang. Hanya Andi, Kurnia, Dony dan Panjul (pemandu wisata agar orang mau dolan ke Solo), Irfan, Ngatini dan aku (datang tapi terlambat) yang sempat menyambut rombongan Gajah Pesing itu.
Tapi, begitulah. Seperti kalimat pendek yang sering tertera pada akhir surat-suratan jaman dulu (entah itu kartu pos atau surat seorang anak kos kepada ayah-ibunya), kami mengucapkan: harap maklum!
Bukan sok sibuk atau sengaja menghindar dari teman-teman TPC dan para kusir andong yang sudah keraya-raya, bersusah payah meluangkan waktu untuk berkunjung ke Solo. Kebetulan, kebanyakan tean-teman sedang mudik, sibuk bikin skripsi dan sebagainya.
Harap maklum…. sekali lagi, nyuwun pangapunten tidak bisa memuliakan Anda sekalian (padahal dalam Islam, seorang tamu berhak atas jamuan selama tiga hari berturut-turut, lho).
Sampai jumpa lagi saudara-saudaraku……………………………………..



Kere! Aku ditinggal kudanan dewe, di bawah jembatan Jurug, di tepi sungai Bengawan Solo! Terpaksa aku kembali menerjang hujan, padahal malam sebelumnya sudah menerjang hujan Wates – Solo… (sigh)
Oya, tambahan nih, Lady Elen dan Ressay kemarin juga ikut menyambut rombongan Ziarah Wali Blogger. Mungkin bisa ditambahkan.
jenengku ra eneng, padahal aku melu nyambut………. atemp……..
aku minta maaf, kang bias…..
suerrr… gak ada kesengajaan.
pembaca sekalian, ini sekalian ralat/update dari saya yang mem-posting tulisan di atas.
ahahahhahhaha, akhire diakui (dance)
terima kasih atas jalan jalan dan pertemanannya..
* masih laper sate …
cuma bisa memandang dari jauh…sedih gak bs ikut jalan2. lain kali, pak blontank!
haduh!!

iya ya..!!!!
itu kan bukan minumkuuuuu…!!
tau tau aku abisin…
maaappp…!!!
*sungkem*
wedhosssssss….aku gak ono… saat kalian sedang berhujan2an itu, saya sedang berkasih mesra dengan pasangan, hahahaha..luweh lah..
@ Tikabanget, harusnya kamyu ganti nickname jadi ‘tika-nggragas-banget’
Wah, sayang sekali, selepas dari GunungKelir, saya masih meneruskan perjalanan dinas (maklum akhir bulan banyak garapan laporan) ke Semarang, Kendal, Ungaran, Salatiga, dan baru bisa nyampe Solo pagi 28/01/09 ini… Mohon maaf pada semua…
Terima kasih kepada Tim Bengawan yang sudah menyambut kami. Semoga semakin terjalin silahturahmi antar Komunitas Blogger
wah keren…
moga makin erat persaudaraan antara blogger indonesia…
slm kenal
berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian
bersakit-sakit dahulu
bersenang-senang kemudian
maturnuwun sanget sampun direncangi wonten solo…
mugi saged dados berkahipun panjenengan sedoyo….
Eh… kapan ke Balekambangnya? Tgl 26 kemaren temen-temen RK dan WSR piknikan di sana, dari jam 10 – 14
Wah s0ry br0., g iza ikuT. . . Mau berangkat malah m0t0rku macet
wah februari budhal solo kah?
sidane kapan loncinge bengawan?
RencAna siH launching tgl 21 mas, tp ya g tau kL ada perubahan
wah, mas iman ke solo? saya kok ndak dikasitau
apalagi sempat ke jurug, deket dr rumah saya di pucang sawit, hiks
coklat jatape..
*sluuurp*
mas judul postingannya seru juga… jadi kesannya mas ImanBrotoseno kaya jelangkung donk…hehe.. (becanda ko, soalnya postingannya seperti itu)
salam kenal mas…
kok yang jalan rame bangat nih….atau reuni para bloger gitu yah….
hohoho… ada akuuu.
postingannya menyusul.menunggu momen:D
cie…cie..pada kopdar…koq tika disarang penyamun sih
tuh minuman tika smua yg ngabisin yah….duh maruk euy *just kidding*
wah ga bisa ngikut……….
Salam kenal dari Lentera.Me
Kami komunitas blogger kecil-kecil-an sesama teman. Tujuan ngeblog selain menambah ilmu juga mempererat pertemanan.
Jangan lupa berkunjung ke website kami dan memberikan saran serta masukannya ya.